Senin, 16 Juli 2012

Maaf Bayangan

Aku hanya khayalan bagimu
yang nyata dalam mimpimu

setiap hadirku hanya bayangan
tak bisa kau raba
tak bisa tuk kau rengkuh
hanya bisa kau rasa

Kau bosan?
Bukan salahmu jikalau bosan
aku hanyalah bayangan

entah kapan 'ku menjadi nyata
Berharap? Pantaskah?
walaupun 'ku ingin

maaf aku
hanya bisa menjadi bayangan
 
#dear yy 05 juli 2012

Kamis, 07 Juni 2012

Pendaki Gunung


Seorang pendaki gunung
berjalan terseok-seok menatap puncak
berselimutkan awan tebal

Perjalanannya tak mulus
kadang badai menerpa
hujan deras turun bak bom atom dari pesawat tempur

Sesekali ia lengah dan terperosok kedalam jurang
tebing curam nan licin
sungguh berat dirasainya

Pendaki gunung mesti hati-hati
meski jatuh bangkit lagi

Diperjalanan tak selalu bahagia
sekeliling banyak binatang mengintai langkah
menunggu saat tepat menerkam dan melumat
mentah-mentah

Pendaki gunung mesti yakin
puncak nan tinggi dapat digapai
meski tertatih
meski menghabisi masa
walau mati dan terkubur di lereng gunung

Yakinlah!
Pemenang sejati berjuang sampai mati.

Riedho Pamungkas, 08 Juni 2012

Senin, 14 Mei 2012

Bisik Hati

Iri
tak bolehkah?
Tapi 'ku iri
saat 'ku melihat mereka

Terkutukkah?
Jika 'ku bilang tak adil
saat 'ku rindu malaikatku
'ku ingin memeluknya
namun tak bisa.

Teriakku.
Terasingku.
Sepiku.

Tak ada yang peduli
pedulikah? Tuhan

Mama....
'ku rindu belai kasihmu

Tuhan ampuni
Khilaf sadarku

Aku hanya bocah
coba dengar bisik hati.

Riedho Pamungkas (14 Mei 2012)

Kamis, 26 April 2012

DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kemabali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak Gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas mengahamba
Binasa di atas ditindas

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai.

Maju.
Serbu.
Serang.
Terjang.

Chairil Anwar, Februari 1943

Sabtu, 21 April 2012

Kartini Ibu Indonesia

 Riedho Pamungkas, 21 April 2012

Dulu semasa kecil
aku sering menyanyikan sebuah lagu
judulnya Ibu kita Kartini
dari lagu itu saja
aku sudah yakin
kalau kau memang Ibu Indonesia
Ibu dari segala Ibu Indonesia
Ibu yang buat para Ibu jadi maju

kau memang pahlawan
revolusi
bukan hanya wanita yang kagum serta rindu
tapi anak lelakimu ini pun begitu

kini Ibu telah tiada

api darimu 'kan tetap kami jaga 'Bu
semangatmu masih 'ku rasa

tetap bergelora di sanubari

semoga kau tenang di alam sana
tidur dalam damai
Kartini Ibu Indonesia

Kamis, 19 April 2012

Sajak Untuk Mama

Riedho Pamungkas, Desember 2011

Seperti matahari kau terangi hariku
seperti bintang kau sinari malamku
tak peduli maut menghadang
kau kan tetap berjuang
untuk aku anakmu

mama, kasihmu sungguh tiada tara
sepanjang masa
tiada kan dapat aku membalasnya

kini dirimu telah tiada
namun kasihmu masih terasa

sungguh tak ada kasih semurni kasihmu
tak ada cinta sepenuh cintamu

entah kapan kita kan bersua
aku berharap kita kan bersatu di surga nanti
kini, hanya do`a yang bisa ku beri untukmu
mamaku.

7 Arti Cintaku


 Riedho Pamungkas, 20 April 2012

Cinta itu misteri
Cinta itu satu
Cinta itu  berbalas, saling, dan tak sendiri
Cinta itu kamu dan aku
Cinta itu bukan sekedar berahi
Cinta itu tak terlukiskan
Cinta itu puisi

Puisi

 Riedho Pamungkas, 29 Maret 2012
Sudah lama tak 'ku bergelut dengan aksara
merangkai kata mencurahkan rasa
sudah lama larik tak 'ku tulis lagi
menjadi sebuah bait
puisi nan indah, elok bak bunga dimusim semi.

DOA

Chairil Anwar, 13 November 1943
kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943

Penerimaan

 Chairil Anwar, Maret 1943

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani

Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.

Rabu, 18 April 2012

Sepi Mati

 Riedho Pamungkas, 15 April 2012



kelam selimuti malam
kegelapan membunuh jiwa
tersudut dalam sepi
menjadi hina dalam langkah

sendri di kamar sepi
menatap miris diri
nurani terbelenggu hasrat
ingin berlari tersendat pintu baja
penuh arti

satu kata akhiri mimpi
satu kata yang tak dinanti
satu kata yang pasti
mati.


Sabtu, 14 April 2012

Rokok Ini

 Riedho Pamungkas, February 2012
'ku hisap dan terus 'ku hisap
sebatang rokok dari teman
'ku hisap lalu 'ku hembuskan
'ku hembus hingga asap mengepul

sebatang rokok ini
'ku hisap 'ku nikmati
bagai esok tiada lagi

tak 'ku berhenti
terus 'ku hisap
tak peduli kau, dia atau mereka
ini bukan karenamu
bukan karena dia juga mereka

jangan kau pedulikan aku
biarkan aku berlalu bersama sebatang rokok ini
rokok murah
tak ada arti bagimu