Seorang pendaki gunung
berjalan terseok-seok menatap puncak
berselimutkan awan tebal
berjalan terseok-seok menatap puncak
berselimutkan awan tebal
Perjalanannya tak mulus
kadang badai menerpa
hujan deras turun bak bom atom dari pesawat tempur
kadang badai menerpa
hujan deras turun bak bom atom dari pesawat tempur
Sesekali ia lengah dan terperosok kedalam jurang
tebing curam nan licin
sungguh berat dirasainya
tebing curam nan licin
sungguh berat dirasainya
Pendaki gunung mesti hati-hati
meski jatuh bangkit lagi
meski jatuh bangkit lagi
Diperjalanan tak selalu bahagia
sekeliling banyak binatang mengintai langkah
menunggu saat tepat menerkam dan melumat
mentah-mentah
sekeliling banyak binatang mengintai langkah
menunggu saat tepat menerkam dan melumat
mentah-mentah
Pendaki gunung mesti yakin
puncak nan tinggi dapat digapai
meski tertatih
meski menghabisi masa
walau mati dan terkubur di lereng gunung
puncak nan tinggi dapat digapai
meski tertatih
meski menghabisi masa
walau mati dan terkubur di lereng gunung
Yakinlah!
Pemenang sejati berjuang sampai mati.
Riedho
Pamungkas, 08 Juni 2012