Kamis, 26 April 2012

DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kemabali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak Gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas mengahamba
Binasa di atas ditindas

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai.

Maju.
Serbu.
Serang.
Terjang.

Chairil Anwar, Februari 1943

Tidak ada komentar:

Posting Komentar