ULASAN RINDU
UNTUK MAMA
Oleh
Riedho Kurnia Pamungkas
Ma, sudah empat tahun sejak saat itu
langit masih terlihat biru dan
jiwaku selalu rindu padamu
langit masih terlihat biru dan
jiwaku selalu rindu padamu
Ma, aku ingin terlelap di pangkuanmu
seraya kau usap lembut dahiku, lalu
Kau bercerita tentang yang lalu dan
nasihatmu agar aku lebih baik darimu
seraya kau usap lembut dahiku, lalu
Kau bercerita tentang yang lalu dan
nasihatmu agar aku lebih baik darimu
Ma, sudah empat tahun dan aku
coba Ma. Aku abadikan rindu ini dalam puisiku
dan aku bermunajat dalam bait sajak ini
agar Dia yang kekal, senangkanmu di sana
coba Ma. Aku abadikan rindu ini dalam puisiku
dan aku bermunajat dalam bait sajak ini
agar Dia yang kekal, senangkanmu di sana
Usah susahkan hatimu Ma
bujangmu ini jua kan song-song takdirnya
kelak aku kan temui sesuatu dari seorang wanita
seperti yang dirasakan Papa akan mu Ma
bujangmu ini jua kan song-song takdirnya
kelak aku kan temui sesuatu dari seorang wanita
seperti yang dirasakan Papa akan mu Ma
Ah Ma, sajak ini harus ku akhiri, namun
tidak dengan rinduku. Seperti kasihmu
biarkan rindu ini menghalimbubu hingga
kaki kita sama-sama berdiri di atas permadani surga
tidak dengan rinduku. Seperti kasihmu
biarkan rindu ini menghalimbubu hingga
kaki kita sama-sama berdiri di atas permadani surga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar