Judul : Sunset Bersama Rosie
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Mahaka Publishing
Cetakan : Ketiga, Februari 2012
Tebal : iv + 426 Halaman
Mawar
di Tegarnya Karang
Bom
yang meledak di salah satu kafe di kawasan Djimbaran Bali membuat Rosie dan anak-anaknya
merasa terpukul. Kematian Nathan membuatnya depresi. Tegar sahabat lama Rosie
dengan sigap datang ke Djimbaran.
Tegar
sadar betul kedatangannya di Gili Trawangan akan menguak kisah lamanya bersama
Rosie. Karena rasa kepeduliaanya terhadap keluarga Rosie dan Nathan, Tegar
meninggalkan segala urusannya di Jakarta termasuk calon tunangannya Sekar.
Tegar memilih untuk membantu Rosie mengurusi anak-anak yang telah menganggapnya
sebagai seorang Paman yang hebat, Paman yang keren.
Setelah
Rosie sembuh dari depresi, Tegar tak lantas pergi meninggalkan Rosie dan
anak-anaknya. Kebersamaan selama dua tahun belakangan membangkitkan benih-benih
cinta yang telah lama terkubur.
Tegar
sadar betul, dia telah mempunyai janji kehidupan bersama Sekar di Jakarta. Oleh
karena itu dia berniat balik ke Jakarta menemui Sekar lalu menikah. Walau
hatinya tersayat karena harus pisah dengan anak-anak. Walau anak-anak benci
akan kepergin Pamannya. Walau Rosie telah kembali mempunyai rasa cinta
kepadanya. Janji tetaplah janji dan tak kan bisa mawar tumbuh di tegarnya
karang. Tegar tetap pada pendiriannya dan pergi ke Jakarta unutk menunaikan
janjinya yang tertunda.
Novel
berjudul “Sunset Bersama Rosie” kaya Tere Liye ini sangat menarik di tiap
halamannya. Sosok Tegar benar-benar memukau. Sosok Tegar yang penyayang kepada
anak-anak, tulus dalam mencinta, sabar, tidak pendendam ini sangat
menginspirasi pembaca untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Tegar
yang telah merasa tersakiti dan terkhianati tetap menyayangi anak-anak Rosie
dan Nathan seperti anaknya sendiri. Tegar memang setegar batu karang. Walau
hatinya hancur akibat pernikahan Rosie dan Nathan, Tegar tetap melangkah ke
depan dan menenggelamkan diri dalam kegiatan positif yaitu prestasi kerja yang
terus menanjak.
Novel
ini sungguh banyak mengandung hikmah di dalamnya. Novel ini mengajarkan bahwa
kita harus berani membuat kesempatan untuk diri kita sendiri. Novel ini juga
menunjukkan bahwa kita harus berani membuat keputusan dalam hidup. Tampak saat
Tegar memilih antara balik mencintai Rosie atau menepati janji kehidupannya
terhadap Sekar yang telah tertunda dua tahun lebih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar