Sabtu, 24 Agustus 2013

Resensi Sunset Bersama Rosie

Judul               : Sunset Bersama Rosie
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : Mahaka Publishing
Cetakan           : Ketiga, Februari 2012
Tebal               : iv + 426 Halaman

Mawar di Tegarnya Karang

Bom yang meledak di salah satu kafe di kawasan Djimbaran Bali membuat Rosie dan anak-anaknya merasa terpukul. Kematian Nathan membuatnya depresi. Tegar sahabat lama Rosie dengan sigap datang ke Djimbaran.
Tegar sadar betul kedatangannya di Gili Trawangan akan menguak kisah lamanya bersama Rosie. Karena rasa kepeduliaanya terhadap keluarga Rosie dan Nathan, Tegar meninggalkan segala urusannya di Jakarta termasuk calon tunangannya Sekar. Tegar memilih untuk membantu Rosie mengurusi anak-anak yang telah menganggapnya sebagai seorang Paman yang hebat, Paman yang keren.
Setelah Rosie sembuh dari depresi, Tegar tak lantas pergi meninggalkan Rosie dan anak-anaknya. Kebersamaan selama dua tahun belakangan membangkitkan benih-benih cinta yang telah lama terkubur.
Tegar sadar betul, dia telah mempunyai janji kehidupan bersama Sekar di Jakarta. Oleh karena itu dia berniat balik ke Jakarta menemui Sekar lalu menikah. Walau hatinya tersayat karena harus pisah dengan anak-anak. Walau anak-anak benci akan kepergin Pamannya. Walau Rosie telah kembali mempunyai rasa cinta kepadanya. Janji tetaplah janji dan tak kan bisa mawar tumbuh di tegarnya karang. Tegar tetap pada pendiriannya dan pergi ke Jakarta unutk menunaikan janjinya yang tertunda.
Novel berjudul “Sunset Bersama Rosie” kaya Tere Liye ini sangat menarik di tiap halamannya. Sosok Tegar benar-benar memukau. Sosok Tegar yang penyayang kepada anak-anak, tulus dalam mencinta, sabar, tidak pendendam ini sangat menginspirasi pembaca untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Tegar yang telah merasa tersakiti dan terkhianati tetap menyayangi anak-anak Rosie dan Nathan seperti anaknya sendiri. Tegar memang setegar batu karang. Walau hatinya hancur akibat pernikahan Rosie dan Nathan, Tegar tetap melangkah ke depan dan menenggelamkan diri dalam kegiatan positif yaitu prestasi kerja yang terus menanjak.

Novel ini sungguh banyak mengandung hikmah di dalamnya. Novel ini mengajarkan bahwa kita harus berani membuat kesempatan untuk diri kita sendiri. Novel ini juga menunjukkan bahwa kita harus berani membuat keputusan dalam hidup. Tampak saat Tegar memilih antara balik mencintai Rosie atau menepati janji kehidupannya terhadap Sekar yang telah tertunda dua tahun lebih.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar